Minggu, 17 Juni 2012

Belajar Teori Difusi Inovasi

Model teori difusi inovasi digunakan untuk pendekatan dalam komunikasi pembangunan, terutama di negara berkembang seperti Indonesia atau dunia ketiga.

Sesuai dengan pemikiran Everett M. Rogers, dalam proses difusi inovasi terdapat 4 (empat) elemen pokok, yaitu:

(1) Inovasi; gagasan, tindakan, atau barang yang dianggap baru oleh seseorang.

Dalam hal ini, kebaruan inovasi diukur secara subjektif menurut pandangan individu yang menerimanya. Jika suatu ide dianggap baru oleh seseorang maka ia adalah inovasi untuk orang itu. Konsep ’baru’ dalam ide yang inovatif tidak harus baru sama sekali.

(2) Saluran komunikasi; ’alat’ untuk menyampaikan pesan-pesan inovasi dari sumber kepada penerima. 

Dalam memilih saluran komunikasi, sumber perlu memperhatikan tujuan diadakannya komunikasi dan karakteristik penerima. Jika komunikasi dimaksudkan untuk memperkenalkan suatu inovasi kepada khalayak yang banyak dan tersebar luas, maka saluran komunikasi yang lebih tepat, cepat dan efisien, adalah media massa. Tetapi jika komunikasi dimaksudkan untuk mengubah sikap atau perilaku penerima secara personal, maka saluran komunikasi yang paling tepat adalah saluran interpersonal.

(3) Jangka waktu; proses keputusan inovasi, dari mulai seseorang mengetahui sampai memutuskan untuk menerima atau menolaknya, dan pengukuhan terhadap keputusan itu sangat berkaitan dengan dimensi waktu. 

Paling tidak dimensi waktu terlihat dalam 
(a) proses pengambilan keputusan inovasi 
(b) keinovatifan seseorang: relatif lebih awal atau lebih lambat dalammenerima inovasi
(c) kecepatan pengadopsian inovasi dalam sistem sosial.

(4) Sistem sosial; kumpulan unit yang berbeda secara fungsional dan terikat dalam kerjasama untuk memecahkan masalah dalam rangka mencapai tujuan bersama.


Teori difusi inovasi menyatakan bahwa inovasi disebarkan melalui jalur tertentu sepanjang waktu dan dalam suatu sistem sosial tertentu. Setiap manusia memiliki tingkat keinginan yang berbeda untuk mengadopsi inovasi.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa porsi penduduk yang mengadopsi suatu inovasi mendekati distribusi normal dari waktu ke waktu.

Jika distribusi normal ini dibagi sesuai dengan segmennya, didapatkan lima kategori ke-inovatif-an seseorang yang diurutkan berdasarkan kecepatan pengadopsian suatu inovasi, yaitu (Rogers, 1995):
  1. Inovator – berani mengambil resiko, terpelajar, informasi didapat dari berbagai sumber
  2. Pengadopsi awal (early adopters) – pemimpin sosial, populer, dan terpelajar
  3. Pengikut awal (early majority) – berhati-hati, memiliki banyak rekan sosial informal
  4. Pengikut akhir (late majority) – skeptic, tradisional, status ekonomi-sosial rendah
  5. Orang-orang kuno/kolot – lamban dalam mengadopsi inovasi, sumber utama informasi berasal dari tetangga dan teman, takut kepada hutang





Tujuan komunikasi adalah tercapainya suatu pemahaman bersama (mutual understanding) antara dua atau lebih partisipan komunikasi terhadap suatu pesan (dalam hal ini adalah ide baru) melalui saluran komunikasi tertentu. Dalam komunikasi inovasi, proses komunikasi antara (misalnya penyuluh dan petani) tidak hanya berhenti jika penyuluh telah menyampaikan inovasi atau jika sasaran telah menerima pesan tentang inovasi yang disampaikan penyuluh. Namun seringkali (seharusnya) komunikasi baru berhenti jika sasaran (petani) telah memberikan tanggapan seperti yang dikehendaki penyuluh yaitu berupa menerima atau menolak inovasi tersebut.

Dalam proses difusi inovasi, komunikasi memiliki peranan penting menuju perubahan sosial sesuai dengan yang dikehendaki. Rogers dan Floyed Shoemaker (1987) menegaskan bahwa “difusi merupakan tipe komunikasi khusus, yaitu mengkomunikasikan inovasi. Ini berarti kajian difusi merupakan bagian kajian komunikasi yang berkaitan dengan gagasan-gagasan baru, sedangkan pengkajian komunikasi meliputi semua bentuk pesan”. Jadi, jika yang dikomunikasikan bukan produk inovasi, maka kurang lazim disebut sebagai difusi.

Minggu, 25 Maret 2012

TEORI KOMUNIKASI KELOMPOK

a. Teori Sosiometris (Moreno)

Sosiometris dapat diartikan sebagai pendekatan metodologis terhadap kelompok kelompok yang diciptakan mula mula oleh moreno dan kemudian dikembangkan oleh jenning dan yang lainnya. pada dasarnya teori berhubungan dengan daya tarik(attraction) dan penolakan ( repulsion) yang dirasakan oleh individu individu ssatu sama lain serta implikasi perasaan. perasaan perasaan ini bagi pembentukan struktur kelompok.

Meskipun sosiometris tidak langsung berkepentingan langsung dengan komunikasi, struktur sosiometris dari suatu kelompok tidak disangkal berhubungan dengan bebereapa hal yang terjadi dalam komunikasi kelompok. cukup masuk akal untuk menganggap bahwa individu yang tertarik satu sama lain yang saling menempatkan diri pada peringkat yang tinggi akan lebih suka berkomunikasi sedemikian rupa sehingga membedakan mereka berkomunikasi dengan orang yang mereka benci.

b. teori perbandingan sosial

Teori ini mengemukakan bahwa komunikasi terjadi karena adanya kepentingan individu untuk membandingkan sikap, pendapat, dan kemampuan dengan individu lainnya. Dalam sebuah kelompok tekanan untuk berkomunikasi lebih tinggi karena, terkadang timbul perbedaan pendapat terhadap suatu hal. Individu akan memaparkan fakta-fakta yang ada yang dapat dijadikan perbandingan antara individu satu dengan individu lainnya. Setelah suatu keputusan kelompok dibuat, para anggota kelompok akan saling berkomunikasi untuk mendapatkan informasi yang mendukung atau membuat individu-individu dalam kelompok lebih merasa senang dengan keputusan yang dibuat tersebut.

Selain itu, setelah suatu keputusan kelompok dibuat, para anggota kelompok akan saling berkomunikasi untuk mendapatkan informasi yang mendukung atau membuat individu-individu dalam kelompok lebih merasa senang dengan keputusan yang dibuat tersebut.Teori perbandingan sosial ini diupayakan untuk dapat menjelaskan bagaimana tindak komunikasi dari para anggota kelompok mengalami peningkatan atau penuruanan.

Ada dua hal yang diperbandingkan dalam hubungan ini, yaitu:
a. Pendapat (opinion)
b. Kemampuan (ability)



mulyana, Deddy(2006). Komunikasi suatu pengantar.Jakarta : Rosda
:)

Minggu, 23 Oktober 2011

rumah

apa rasanya berada di dalam rumah?
apa arti rumah itu?
siapa yang kamu sebut rumah?
kamu nyaman di rumah itu?
bersama siapa kamu hingga kamu bilang itu rumah?

aku ingin tahu apa itu rumah
aku ingin merasakan apa itu rumah
apa ada kehangatan dari sesuatu yang kamu sebut rumah?
dimana?
siapa?
apa itu rumah?


i'm trying to find something called home.

kenapa

selalu wajah itu yang ada
kenapa
kenapa wajah itu
selalu wajah itu yang ada
kenapa
kenapa selalu wajah itu
kenapa senyum itu
kenapa raut kesal itu
kenapa wajah itu
selalu

(mencoba) bicara tentang korupsi

Apa yang muncul di pikiran kalian, ketika membaca atau mendengar kata korupsi? Kalau di otak saya, yang muncul pertama kali adalah uang. Ya, korupsi sepertinya memang identik dengan uang. Mengambil atau menerima uang yang bukan haknya. Banyak. Bukan berakhiran 'M' lagi, tetapi 'T'. Sayangnya, uang tersebut bukanlah uang halal. Tapi, banyak orang suka dengan hal-hal yang berbau 'tidak halal', bukan? Dari orang yang tidak pernah sekolah, sampai mereka yang berpendidikan - yang sekarang duduk dibangku berlabel 'Pejabat'.

Korupsi. Sekarang, sudah menjadi salah satu budaya di Indonesia. Budaya yang didapat bukan dari pelajaran budaya di sekolah, tapi pelajaran budaya di pemerintahan. Sudah mengakar. Dari pejabat 'kecil', sampai pejabat 'besar'. Kalau jaman dulu, memakai salam tempel dan sembunyi-sembunyi. Masih belum menemukan strategi yang jitu, mungkin. Kalau jaman sekarang, manusia lebih pintar. Bukan salam tempel dalam amplop. Tetapi memakai koper, parcel terselubung, atau tinggal transfer ke rekening anak, istri, atau saudara. memakai kode 'apel malang'. aksinya lebih terang-terangan. Terkesan lebih canggih. tapi sayang, bukannya mencerminkan seseorang yang intelek, tapi malah seseorang yang telek.

Pernah meluangkan waktu untuk berpikir bagaimana caranya menghilangkan korupsi? Pernah mungkin, sebentar. Tetapi, setelah itu kita berpikir itu tidak penting. Masih banyak hal, yang membuat kita galau, yang harus dipikirkan. Korupsi, sudah ada orang yang bertugas memberantasnya.

Sebenarnya, setiap dari kita pernah melakukan korupsi. Korupsi waktu. Waktu yang ditetapkan untuk belajar, kita gunakan untuk bermain. masih wajar. manusiawi. tetapi, jika sudah merugikan orang lain, itu bukan lagi wajar dan manusiawi.

Pernah meluangkan waktu untuk berpikir bagaimana caranya menghilangkan korupsi? Pernah mungkin, sebentar. Tetapi, setelah itu kita berpikir itu tidak penting. Masih banyak hal, yang membuat kita galau, yang harus dipikirkan. Korupsi, sudah ada orang yang bertugas memberantasnya. Padahal, tugas memberantas korupsi itu, harus menjadi tugas setiap orang. berawal dari menata diri sendiri.

Memang susah memberantas korupsi di Indonesia karena seperti yang kita tahu, korupsi sudah menjadi budaya di sini. Sudah menjadi candu, saingannya narkoba. Pemerintah pun tidak berani memberikan hukuman mati bagi para ahli korupsi. Mungkin mereka berpikir jika benar ada aturan tersebut, akan ada kuburan masal atau lahan kosong di Jakarta menjadi tempat pemakaman koruptor.

Pernah saya berdiskusi dengan kawan saya, bagaimana cara membuat negeri ini bersih dari orang-orang yang merugikan negara. Dia mengatakan, harus ada satu generasi yang angkat senjata atau berontak, menembaki satu per satu mereka yang melakukan tindak korupsi. Sampai bersih. Haruskah demikian? Bagaimana menurut kalian?

Rabu, 03 Agustus 2011

akankah bertahan?

akan kau kau tetap di sisiku, manis?
hingga jiwa terbang melayang jauh
akankah kau tetap bertahan bersamaku?
saat angin membawa aku terbang jauh
saat aku tak tentu membawa rasa
saat aku diam membisu
saat aku tuli mendengarmu
apakah kau akan bertahan bersamaku?


12/7/2011

waktu

aku adalah langkah semu dalam hidupmu. yak tak dapat kau kejar ataupu kau tahan.
aku adalah nadi semu yang membawamu pada garis keriput kehidupan.
aku, yang satu-satunya tidak peduli pada jatuh ataupun bangunmu.
aku tidak akan berhenti sedetik pun.
aku tidak akan menoleh sedikit pun.
ketika aku maju, aku tidak akan mundur untukmu, untuk mereka, atau siapapun.
tapi aku pengiring hidupmu.
aku instrumen dengan tempo andante dalam setiap langkahmu,
setiap tarikan dan hembusan nafasmu, dalam tarian jiwamu.
setiap orang bilang tindakan sia-sianya hanya membuang aku.
mereka membuang aku atau tanpa mereka sadari aku yang membuang mereka?
tapi aku adalah uang bagi mereka
aku adalah proses pemulihan bagi mereka
aku adalah bengis, tapi berharga di mata mereka
tak ada yang bisa benar-benar mengerti aku
aku menelan semua kehidupan
bahkan bumi pun tak dapat ku giring pada usia rentanya
matahari pun akan meredup pada usia tua bangkanya
aku akan menuntunmu pada indahnya senja dan gelapnya kehidupan.
aku membawamu terlahir dalam dunia
aku membawamu pada kenyataan kehidupan, manis.
aku mengenalkanmu pada proses bercinta
aku menuntunmu pada adrti setiap tetes air mata
bersama Tuanku aku bekerja dalam hidupmu
bersama Tuanku aku menjadi langkah semu
bersama Tuahku aku menjadi nadi semu
tapi nyata dalam hidupmu
mereka bilang aku roda kehidupan
melingkar, membelenggu, tak berujung
tapi suatu hari nanti, pada titik terakhit matahari hidupmu
aku yang membuangmu pada kesendirian
pada kegelapan kerak bumi
di mana belatung-belatung menggerogoti tubuhmu
tanah menghancurkan tulangmu
dan itu semua karena aku
aku menelanmu sampai habis
dan aku yang membuktikan kepadamu bahwa,
'debu akan kembali menjadi debu!'
apakah kau mengenal aku, manis?
aku yang selalu menemanimu dalam terang dan gelapnya harimu?
semenjak kau hanya berupa gumpalan darah dalam rahim ibumu?
apakah kau mengenal aku?
kita begitu dekat, manis
apakah kau mengenal aku?
apakah kau akan berusaha mencintaiku?


12/7/11